Beritafifa.com – Alex Marquez mengaku bangga menjadi “pecundang nomor satu” di MotoGP 2025, setelah resmi mengunci gelar runner-up dunia di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pembalap BK8 Gresini Racing itu menyebut pencapaiannya sangat istimewa, mengingat satu-satunya sosok yang mampu mengalahkannya sepanjang musim adalah sang kakak, Marc Marquez, yang tampil begitu dominan.
Alex memastikan posisi kedua klasemen usai finis di belakang Pecco Bagnaia dalam Sprint Race, Sabtu (25/10/2025). Hasil itu mengamankan gelar runner-up sekaligus menandai pencapaian terbaiknya sejak debut di MotoGP pada 2020. Lebih spesial lagi, Alex dan Marc kini tercatat sebagai pasangan kakak-adik pertama dalam sejarah MotoGP yang finis 1-2 di akhir musim.
Prestasi tersebut semakin lengkap setelah Alex meraih kemenangan ketiganya musim ini di balapan utama pada Minggu (26/10/2025). Kemenangan di Sepang juga menjadi yang pertama baginya di luar Spanyol, membuat akhir pekannya di Malaysia terasa sempurna.
Gresini Sudah Seperti Rumah Sendiri

Alex Marquez mengaku sangat bahagia bisa menutup musim gemilangnya bersama Gresini Racing, tim yang ia sebut sudah seperti keluarga dan rumah sendiri setelah dua tahun yang sulit bersama LCR Honda. Menurutnya, raihan runner-up MotoGP 2025 terasa begitu spesial—bahkan memberi sensasi yang mirip dengan saat ia meraih gelar dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019.
“Rasanya mirip, tapi ini bukan peringkat kedua yang biasa bagi saya,” ujar Alex dalam konferensi pers usai balapan di Sepang. “Perjalanan saya di MotoGP tidak mudah sejak awal. Saya memulai dengan baik pada 2020, dengan dua podium sebagai rookie di Repsol Honda.”
Ia kemudian mengenang masa-masa sulitnya bersama LCR Honda. “Ketika pindah ke LCR, saya mengalami masa sulit selama dua tahun. Namun, sejak 2023 saya merasa seperti kembali ke rumah bersama Gresini. Sedikit keberuntungan membawa saya ke tim ini, dan saya sangat bersyukur atas kesempatan itu,” lanjut adik kandung Marc Marquez tersebut.
Raihan Sempurna bagi Keluarga Marquez
Alex Marquez menegaskan bahwa meski gagal merebut gelar juara dunia, posisi runner-up MotoGP 2025 tetap menjadi capaian yang luar biasa baginya. Terlebih, ia hanya kalah dari sang kakak, Marc Marquez, yang tampil mendominasi sepanjang musim.
“Ini terasa sangat istimewa. Saya finis di peringkat kedua, jadi saya yang pertama di antara para pecundang. Namun, juaranya adalah kakak saya, jadi rasanya berbeda. Ini sempurna,” ujar Alex dengan senyum lebar. “Ini istimewa mengingat dari mana kami berasal. Jadi, karena alasan itu, peringkat kedua ini terasa sangat berharga.”
Pencapaian ini tak hanya menandai musim terbaik dalam karier Alex di kelas utama, tetapi juga sejarah baru bagi dunia MotoGP, karena untuk pertama kalinya dua bersaudara mengakhiri musim di peringkat 1 dan 2 klasemen dunia.
Sementara itu, pertarungan untuk posisi ketiga klasemen masih berlangsung ketat. Saat ini Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) menempati posisi tersebut dengan 291 poin, hanya unggul 5 poin dari Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) di posisi keempat.
Jangan lewatkan Berita update lainnya hanya di Beritafifa
