Beritafifa.com – Luciano Spalletti dilaporkan segera meneken kontrak sebagai pelatih baru Juventus. Kesepakatan ini dikabarkan tercapai setelah Spalletti menyetujui satu klausul krusial dalam negosiasi akhir dengan manajemen klub.
Mantan pelatih Timnas Italia itu akan menggantikan Igor Tudor, yang dipecat meski belum genap tiga bulan bekerja di Turin. Keputusan tersebut diambil setelah hasil buruk dan performa yang dinilai tidak sesuai ekspektasi manajemen.
Kunci kesepakatan antara kedua pihak terletak pada kontrak jangka pendek dengan klausul perpanjangan otomatis jika Juventus berhasil lolos ke Liga Champions musim depan. Format ini dianggap ideal bagi kedua belah pihak—memberi fleksibilitas bagi klub, sekaligus peluang bagi Spalletti untuk membuktikan diri.
Spalletti sendiri disebut selalu menjadi pilihan utama Juventus sejak awal proses pencarian pelatih. Nama-nama lain seperti Roberto Mancini dan Raffaele Palladino memang sempat muncul, namun tidak pernah benar-benar menjadi opsi serius di meja pembahasan.
Langkah ini menandai babak baru bagi Juventus, yang berharap Spalletti bisa menghadirkan kembali identitas permainan modern dan stabilitas yang sempat hilang dalam beberapa musim terakhir.
Jadi Pilihan Utama Juventus
Juventus bergerak cepat mencari pengganti Igor Tudor. Sejak awal, manajemen Bianconeri sudah memiliki satu nama yang menjadi prioritas utama.
Nama itu adalah Luciano Spalletti. Pelatih berpengalaman tersebut selalu menjadi fokus utama dan kandidat terdepan untuk menukangi Juventus setelah pemecatan Tudor.
Pertemuan penting yang digelar pada Rabu (29/10) menjadi titik kunci dalam proses negosiasi. Dalam pertemuan itu, kedua pihak mencapai kesepahaman yang mengonfirmasi bahwa Spalletti adalah satu-satunya kandidat serius.
Langkah ini menegaskan keseriusan Juventus dalam membangun kembali fondasi tim. Dengan Spalletti, klub berharap bisa mengembalikan identitas permainan menyerang dan soliditas yang selama ini menjadi ciri khas Bianconeri di masa jayanya.
Bukan Balapan Dua Kuda
Laporan dari berbagai media sempat menyebut beberapa nama lain yang dikaitkan dengan kursi panas Juventus. Di antaranya adalah Roberto Mancini dan Raffaele Palladino, dua sosok yang dianggap punya gaya kepelatihan menarik dan pengalaman berbeda.
Namun, sumber internal klub menegaskan bahwa Mancini tidak pernah menjadi Rencana B. Sementara Palladino hanya “dijaga tetap hangat” sebagai opsi darurat jika negosiasi utama menemui jalan buntu.
Situasi ini semakin menegaskan bahwa Luciano Spalletti adalah target tunggal sejak awal. Proses pencarian pelatih baru di Turin bukanlah “balapan dua kuda”, melainkan fokus penuh pada satu nama yang dipercaya bisa mengembalikan kejayaan Bianconeri.
Klausul Liga Champions Jadi Kunci
Negosiasi antara Juventus dan Luciano Spalletti dikabarkan berjalan lancar dan tanpa drama berarti. Satu elemen terbukti menjadi penentu utama dalam tercapainya kesepakatan antara kedua pihak.
Spalletti disebut langsung menerima proposal kontrak unik yang diajukan Juventus. Ia menyetujui kontrak jangka pendek hingga Juni mendatang, sebuah format yang jarang digunakan untuk pelatih sekelasnya.
Namun, dalam kontrak tersebut terdapat klausul perpanjangan otomatis selama satu musim. Klausul itu akan aktif secara otomatis jika Juventus berhasil lolos ke Liga Champions pada akhir musim.
Model kontrak semacam ini dinilai ideal oleh manajemen klub—memberikan waktu bagi Spalletti untuk menunjukkan hasil cepat, sekaligus membuka jalan bagi kelanjutan kerja sama jika proyeknya terbukti berhasil.
Jangan lewatkan Berita update lainnya hanya di Beritafifa
