Vicktor Osimhen Hancurkan Ajax di Johan Cruyff Arena

Beritafifa.com – Victor Osimhen menjadi mimpi buruk bagi Ajax Amsterdam di Johan Cruijff ArenA. Striker asal Nigeria itu mencetak hat-trick dan membawa Galatasaray menang telak 3-0 pada laga Liga Champions, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB.

Kegemilangan Osimhen membuat Ajax tak berdaya di hadapan pendukungnya sendiri. Sepanjang pertandingan, tim tuan rumah gagal menandingi agresivitas dan efektivitas permainan Galatasaray yang tampil percaya diri sejak awal.

Kekalahan ini semakin memperpanjang musim suram Ajax. Klub raksasa Belanda itu kini terbenam di dasar klasemen grup tanpa satu poin pun—rekor kelam yang belum pernah mereka alami di era modern Liga Champions.

Tekanan besar kini menghantam manajer John Heitinga. Seusai peluit panjang, cemoohan keras menggema dari tribun Johan Cruijff ArenA, mencerminkan kekecewaan mendalam fans terhadap performa tim kesayangan mereka.

Rekor Paling Memalukan

Victor Osimhen menjadi mimpi buruk bagi Ajax Amsterdam di Johan Cruijff ArenA. Striker asal Nigeria itu mencetak hat-trick dan membawa Galatasaray menang telak 3-0 pada laga Liga Champions, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB.

Kegemilangan Osimhen membuat Ajax tak berdaya di hadapan pendukungnya sendiri. Sepanjang pertandingan, tim tuan rumah gagal menandingi agresivitas dan efektivitas permainan Galatasaray yang tampil percaya diri sejak awal.

Kekalahan terbaru ini bukan sekadar kehilangan tiga poin. Ini adalah aib bersejarah bagi raksasa Belanda tersebut. Tercatat, ini merupakan kekalahan ketujuh beruntun Ajax di kompetisi Eropa, rekor kelam yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah klub.

Lebih parah lagi, Ajax kini menyamai rekor buruk sesama tim Belanda. Mereka menjadi tim ketiga yang kalah di empat laga awal fase grup Liga Champions, menyusul Willem II (1999–2000) dan Feyenoord (2017–18). Statistik mereka pun mengerikan — baru mencetak satu gol dan sudah kebobolan 14 kali.

Tekanan besar kini menghantam manajer John Heitinga. Seusai peluit panjang, cemoohan keras menggema dari tribun Johan Cruijff ArenA, mencerminkan kekecewaan mendalam fans terhadap performa tim kesayangan mereka.

Ancaman Awal Sang Predator

Victor Osimhen menjadi mimpi buruk bagi Ajax Amsterdam di Johan Cruijff ArenA. Striker asal Nigeria itu mencetak hat-trick dan membawa Galatasaray menang telak 3-0 pada laga Liga Champions, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB.

Ajax sebenarnya sudah melakukan beberapa perubahan di laga ini. Davy Klaassen, Jorthy Mokio, dan Josip Sutalo dimainkan sejak awal untuk memberi keseimbangan baru di lini tengah dan pertahanan. Namun, ancaman Galatasaray sudah terlihat sejak menit-menit awal.

Striker mahal Victor Osimhen langsung merepotkan pertahanan tuan rumah. Ia melepaskan tembakan voli keras yang masih bisa ditepis Remko Pasveer, lalu hampir membuka skor lewat sundulan akrobatik yang kembali digagalkan kiper veteran Ajax itu.

Ajax sempat mencoba memberi perlawanan. Oscar Gloukh memiliki peluang terbaik mereka lewat tendangan voli dari dalam kotak penalti, namun bola hanya melenceng tipis di sisi gawang. Setelah itu, permainan mulai didominasi oleh tim tamu.

Kegemilangan Osimhen membuat Ajax tak berdaya di hadapan pendukungnya sendiri. Sepanjang pertandingan, Galatasaray tampil lebih agresif dan efektif dalam setiap serangan.

Kekalahan terbaru ini bukan sekadar kehilangan tiga poin. Ini adalah aib bersejarah bagi raksasa Belanda tersebut. Tercatat, ini merupakan kekalahan ketujuh beruntun Ajax di kompetisi Eropa, rekor kelam yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah klub.

Lebih parah lagi, Ajax kini menyamai rekor buruk sesama tim Belanda. Mereka menjadi tim ketiga yang kalah di empat laga awal fase grup Liga Champions, menyusul Willem II (1999–2000) dan Feyenoord (2017–18). Statistik mereka pun mengerikan — baru mencetak satu gol dan sudah kebobolan 14 kali.

Tekanan besar kini menghantam manajer John Heitinga. Seusai peluit panjang, cemoohan keras menggema dari tribun Johan Cruijff ArenA, mencerminkan kekecewaan mendalam fans terhadap performa tim kesayangan mereka.

Dua Penalti Kontroversial

Kebuntuan akhirnya terpecahkan di babak kedua, tepatnya pada menit ke-59, ketika Osimhen berhasil menuntaskan umpan silang Leroy Sane menjadi gol pembuka.

Gol tersebut seolah menjadi pemicu kehancuran mental para pemain Ajax. Hanya lima menit berselang, Galatasaray kembali mendapat peluang emas lewat hadiah penalti.

Usai tinjauan VAR, wasit memutuskan bahwa bola yang mengenai lutut Youri Baas juga sempat menyentuh tangannya. Osimhen pun dengan tenang mengeksekusi penalti tersebut untuk menggandakan keunggulan tim tamu.

Kontroversi belum berakhir. Pada menit ke-76, tembakan Burak Alper Yilmaz dinilai mengenai lengan Gerald Alders setelah memantul dari tubuhnya, membuat wasit kembali menunjuk titik putih.

Pesta Rekor Victor Osimhen

Ajax sejatinya memiliki peluang emas untuk bangkit pada menit ke-70. Kiper Uğurcan Çakır melakukan kesalahan fatal saat gagal menghalau bola, sehingga gawang Galatasaray sempat terbuka lebar.

Sayangnya, kesempatan itu terbuang percuma. Mika Godts, yang berdiri bebas di depan gawang, gagal memanfaatkannya. Sepakan kaki kirinya yang lemah justru melebar jauh dari sasaran, membuat stadion bergemuruh dalam kekecewaan.

Tak lama berselang, Victor Osimhen memastikan malam itu sepenuhnya miliknya. Lewat eksekusi penalti kedua, ia melengkapi hat-trick-nya dan menegaskan dominasi Galatasaray atas Ajax.

Tambahan tiga gol tersebut juga menorehkan sejarah pribadi bagi sang striker. Osimhen kini resmi menjadi top skorer Nigeria di kompetisi Eropa, melewati rekor milik Obafemi Martins dengan koleksi total 25 gol di pentas kontinental.

Jangan lewatkan Berita update lainnya hanya di Beritafifa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top